Wakili Kota di Indonesia, Kota Malang maju ke ajang ESC Award dan CoR 2025
Kota Malang Jawa Timur mengajukan diri dalam Penghargaan ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award dan Certificate of Recognition (CoR) 2025, Clean Air Category.
Elshinta.com - Kota Malang Jawa Timur mengajukan diri dalam Penghargaan ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award dan Certificate of Recognition (CoR) 2025, Clean Air Category.
Pengajuan Kota Malang tersebut dipimpin langsung ,Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat yang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Nur Rahman Wijaya melalui paparan langsung dengan mempresentasi Komitmen Udara Bersih.
"Benar Kota Kota Malang bersama empat kota lainnya akan mewakili Indonesia dan bersaing dengan kota-kota lain di Asia Tenggara," kata Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, AH Sugiharto, Jumat (4/7).
Menurut Wahyu, ajang ini merupakan kehormatan terlebih menjadi kandidat mewakili Indonesia di tingkat ASEAN. Juga sebagai persiapan menuju ASEAN Environment Sustainable City.
“Didampingi kepala DLH, saya memaparkan langsung kepada Kementerian Lingkungan Hidup mengenai komitmen Kota Malang dalam menjaga udara bersih dan berkelanjutan,” kata Wahyu.
Untuk diketahui, forum persiapan ini digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta, Kamis (19/6/2025). Tujuannya untuk menguatkan kesiapan substansi paparan para kandidat yang nantinya akan disampaikan kepada Chair ASEAN Working Group on Environmentally Sustainable Cities (AWGESC), dan panitia seleksi ASEAN.
Dalam presentasinya, Wali Kota Wahyu memaparkan bahwa Indeks Kualitas Udara (IKU) Kota Malang mencapai 88,36 dan selama empat tahun selalu mencapai kualitas udara baik. Di sisi lain, potensi penurunan emisi mencapai 485.960,15 Ton CO2 eq. Sementara Indeks Kualitas Lingkungan Hidup sendiri juga konsisten meningkat sejak 2022 dan saat ini tengah mencapai 61,76.
“Tentu saja upaya tersebut diiringi dengan sejumlah program, kebijakan, maupun inovasi, yang secara konsisten memperkuat upaya menjaga dan meningkatkan kualitas udara bersih di Kota Malang,“ imbuhnya.
Pemerintah Kota Malang rutin memantau kualitas udara, melakukan uji emisi kendaraan, melakukan traffic counting dan roadside monitoring, menggelar kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor, pengendalian Ruang Terbuka Hijau, hingga menghadirkan inovasi KIPOP untuk menjaga ekosistem dan invertarisasi data penanaman pohon dan penghijauan di Kota Malang. Hingga pengurangan emisi persampahan di TPA Supit Urang.
"Tentu komitmen ini juga tidak lepas dari andil masyarakat Kota Malang yang ikut aktif menjaga kualitas udara. Salah satu partisipasi tersebut melalui lomba pengelolaan lingkungan baik di tingkat kota hingga nasional, edukasi masyarakat, sekolah adiwiyata, maupun kemitraan dengan LSM maupun komunitas hijau," tandasnya.